Sunday, November 23, 2008

my FUN and NOISY class in Kobe Mosque

Kids Quran Class yang diselenggarakan setiap minggu dari pukul 10:00-13:30 ini pastilah bukan kelas yang ideal dari kacamata umum. Kenapa? Pertama, mungkin karena berisik dan anak-anaknya sangat ekspresif untuk bertingkah seenak udelnya :).
Tentu saja ketika ibu gurunya ini berbicara, mereka mendengarkan, tapi mereka banyak komentar, banyak tanya, cerewet, heboh, you name it lah. Yah, tapi itu ga masalah bagiku sih, karena aku suka keaktifan mereka, suka kekritisan mereka, suka celetukan2 mereka, aku biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri. Intinya, aku ga banyak mengatur. Hehe
Walopun tentu saja, kadang2 aku juga suka dibuatnya kesal. Karena terlalu berisik, atau kalo mereka saling komentar dan akhirnya berantem satu sama lain. Hhh...
Photobucket
Sebagian murid-murid di Kobe (Waktu field trip ke kebun binatang-red)

Dua tahun lalu ketika mulai mengajar mereka, aku menghendaki sebuah kelas yang teratur, yang semua muridnya tekun belajar. Tapi akhirnya kusadari, tenaga yang kubutuhkan untuk mewujudkan kelas seperti itu akan terlalu banyak! Buang2 energi, dan cuma bikin emosi deh. Apa pasal?
1. Range umur yang terlalu panjang. Ada yang masih 3 tahun, tapi ada juga yang kelas 6 SD. Maklum kekurangan guru ni...
2. Multinational. Mungkin kalo diitung2, kelas kami memiliki setidaknya 7 kebangsaan yang berbeda. Dari Malaysia, Indonesia, Pakistan, Jepang, Moroko, Tanzania, Sri Lanka, Turki, nah lho ini aja dah lebih dari 7 negara hehe.
3. Language barrier. Kelas ini unik karena setengah anaknya bisa bahasa Jepang aja, sedang setengahnya bisa bahasa Inggris aja. Intinya kita harus ngajar dengan 2 bahasa.
4. Tentu saja kepribadian anak2nya yang berbeda. Aku punya 2 murid yang waktu masuk aja, ga bs duduk. Sukanya lari2 diatas meja. Bayangkan saja! Aku sampe njuluki mereka berdua (dalam hati aja sih), the Earthquakes, saking kalo mereka masuk kelas tu tiba2 aja kelas jadi gaduh, berantakan, seperti ada gempa bumi hehe.

Photobucket
Si gempa bumi..hehe

Setelah mencoba beberapa saat untuk mewujudkan "kelas ideal" tersebut, akhirnya aku menyerah. Dan berusaha lebih memahami dunia anak2 yang suka belajar sambil bermain, rame, suka lari2, suka bercanda...tapi di sisi lain punya keingintahuan yang luar biasa.

Nah jadi aku ga pernah banyak memperingatkan mereka lagi untuk mendengarkan baik2, toh aku tahu walo kadang2 mereka bisik2 ma sebelahnya juga mendengarkan. Dan kalo pas session cerita2 Islam, aku buat ceritanya se-interative mungkin. Dan dengan banyak ngasih pertanyaan ke mereka. Dan mereka pasti akan berebut menjawab, "I know...I know" walopun kadang2 mereka ngawur juga jawabnya.

Kayak hari ini kami bercerita tentang hijrahnya Rasulullah SAW, dan dikejarnya beliau oleh Surokah. Nah kan nanya, "keajaiban apa yang terjadi hingga Surokah ga pernah bisa mengejar Rasulullah???".
Eee...tiba2 ada satu anak yang meloncat dari tempat duduknya, trus memperagakan gerakan kuda yang terperosok dalam pasir. Hehe.
Trus ada satu anak2 yang minta diizinkan menggambar kejadian tersebut dipapan tulis. Ya udah boleh2 aja, herannya gambarnya bagus. Bahkan dia bisa menggambarkan sampai cerita Surokah mendapat gelang dari Raja Kisrah. Huaaa... aku sampe terharu, pinter semua hehe.
Ya gt deh, pokoknya mereka tu banyak komentar. Tadi juga cerita tentang gua tempat Rasulullah bersembunyi, trus cerita ada kalajengking, ular dll. Trus ada deh yang memperagakan gerakan ularlah, ada yang cerita liat ularlah, hebatnya kalajengking lah..hehe
Tadi juga cerita ketika Rasulullah disuruh milih ma Allah antara milk, water, atau wine. Trus mereka bikin yel-yel, "i pick up milk! I pick up Milk! Say no to wine!" hehe

Namun tadi pas sehabis Dhuhur, bu gurunya ini kehabisan sabar juga (Oopss!). Kan ceritanya kita ngehafalin asmaul Husna-nya sampe Al-Wajid Al-Majid Al-Wahid. Trus karena aku belum jelasin artinya ke mereka, aku pengen jelasin arti Al-Wajid (The Finder). Aku tanya mereka, dan seperti biasa cerewetnya minta ampun! Satu anak menjawab, "He found the earth, He found the stars, He found Nabila too", nah anak itu jawabnya pake2 nama Nabila. Diulang2 lagi, si Nabila jadi kesel, berantemlah mereka.
Aku alihkan pertanyaannya, "Sama ga artinya dengan Al-Khaliq (The Creator)?". Ee..si anak itu malah ngelanjutin, "He created the earth...., he created Nabila too". Huaah, berhubung udah sabar dari pagi, udah mulai mangkellah aku, dan jadi mutung. "Dah, sensei ga jadi jelasin. Ulang lagi aja baca dari depan!". Namun anak2 tentu saja lancar ngulangnya.... (as amazing as always!)

Seusai kelas, kami tegur si anak itu, yang gangguin Nabila, "If you still disturbe the class, I will tell your mother!". Anaknya langsung pucet, mengangguk, trus keluar kelas dgn loyo.
Si Kakak yang mendengar, langsung mendekat dan nanya, "Is this our last chance?"
"Last chance for what?"

"Last chance! So next time we do it again then you will tell our mother?"
"Yes"

"Oh My God!" kata anak tersebut ngeloyor kelas.
Dan aku nyembuin ketawa, geli deh ama pemakaian kata "last chance, dan "Oh My God" kayak sambil stress banget. Ooh, padahal minggu depan aku pasti dah lupa, you always have CHANCE with me, kids! (Jadi inget topik Taubah dalam sisters class hari sebelumnya, Allah gives us CHANCE for taubah until "the day"-red)

Hehe begitulah kelas kami. Very noisy, but it is always fun. Beneraaan, aku cinta banget dikelilingi mereka!

Mega

No comments:

 
Lilypie Maternity tickers