Wednesday, January 05, 2005

Taiyo No Ie

I ever promised to upload my `Episode` here .., but .. hehe not yet done. Anyway, here is one short story lah...

Taiyo No Ie

Desa furuichi-machi terletak di wilayah kamegawa, pinggiran kota kecil Beppu. Geografisnya terbilang cukup unik, yaitu terletak di tengah-tengah antara gunung dan laut. Mungkin 2 km dari laut, jalan sudah menanjak… dan memasuki wilayah pegunungan. Jalan raya kamegawa ..terletak melintang di pinggir laut, dimana di pinggir jalan..berjajar banyak sekali pohon palem. Kalo kayak gini, saya selalu teringat California. Mirip banget siiih…
Mungkin bukan kebetulan, kalo saya tinggal di Kamegawa saat ini. Lokasinya memang paling dekat dengan kampus, cukup 13 menit naik bis saja. Jadi sudahlah, saya putuskan untuk tinggal di Kamegawa ketika harus sudah keluar dari asrama kampus.
Lagipula tempatnya cukup strategis, dekat dengan Kamegawa Eki, yang merupakan stasiun kereta api terbesar kedua di Beppu. Belum lagi, kegiatan Ramadhan biasanya dipusatkan di desaku ini. Wah… rasanya tambah betah tinggal disini.
Furuichimachi, jantung wilayah Kamegawa, didesa itulah tepatnya saya tinggal. Tak ada yang special dari wilayah ini, hanya terdapat perumahan penduduk biasa dan apartment.
Pertama kali pindah ke apartment saya di furuichimachi, yang saya rasakan..ya Cuma, rasa senang… wah tinggal menyatu dengan masyarakat JEpang. Ada Hori-san di bawah, Tanaka-san di seberang jalan, Ojiisan di belakang apartment, wah seru aja. Belajar hidup ala Jepang, gimana cara buang sampah, jadwal buang sampah, aduh itu aja susah deh. Sering kena tegur Ojiisan.
Di sebelah rumah, kebetulan sekali, terdapat taman main anak2. Wah.. selalu rame dengan celoteh anak2. Kalo kiranya saya bangun kesiangan, pasti deh bangun..karena suara rame anak2.
Intinya… semua normal2 saja…
Hingga suatu hari, tak lama setelah kepindahanku, aku berniat untuk berbelanja di supermarket di ujung jalan. Kutemui … seorang wanita paruh bayah dengan kursi roda. `Konnichiwa …` tegurku… yang dibalas dengan ucapan serupa plus dibonus senyum. MasyaAllah …, batinku dalam hati. Senyum yang tulus, semangat hidup yang tinggi,… hati ini membatin. Belum lama berselang, di ujung jalan yang lain… kutemui pemandangan serupa, sepasang suami istri … aku menebak, sang suami dengan mesra mendorong kursi roda istrinya. Tak kalah hebatnya, secara fisik sang suami pun tak normal, ia jalan terpincang2.
Aku sedikit bergegas, air mata sudah mau jatuh …
Akhirnya sampai juga di Sun Store, begitu nama department storenya … tapi kami dsini menyebutnya `san sutoaaa` hehe.. pake pronounciation Jepang.
Department store ini cukup lengkap, apalagi kadang2 ada diskon. Hmm… aneh juga, di department store ini ..kutemui juga beberapa orang atau petugas yang tak normal secara fisik. Hebat … , orang yang tak sempurna fisiknya pun bekerja…
Setelah selesai berbelanja, segera kuhampiri … kasir, deg … sang petugas kasir, adalah wanita berkursi roda. Wah.. kenapa banyak sekali orang yang tak sempurna fisiknya disini..
MasyaAllah.. ada apa ini???
Hati ini terus membatin, sedang akal berputar. Masih sempat kulirik… billboard department store itu, `Sun Store` dengan lambang orang di kursi roda. Ya.. Allah!!
Iya… memang itulah yang kemudian..membuat desa furuichi-machi ini begitu spcial bagiku. Ternyata.. kemudian aku tahu, bahwa di desa furuichimachi, terdapat tempat penampungan orang cacat, hmm… I don’t really like…the word of `penampungan`, okelah kami..menyebutnya TAIYO NO IE. Taiyo dalam bahasa Jepang berarti matahari … sedangkan ie adalah rumah. Jadi Rumah Matahari..begitu kami menyebutnya.
Kehadiran .. taiyo no ie di desaku… memang bagaikan matahari bagi hati ini, menyinari.. dan membasuh kepekaan nurani. MasyaAllah …
Melihat mereka, yang kurang sempurna fisiknya saja, sangat bersyukur, bersemangat, dan ceria… aduh rasanya malu, kalo kita yang sehat secara fisik ini… masih tak pandai bersyukur.
Pernah … aku pergi ke sebuah Bank di wilayah furuichimachi. Waktu itu aku sedikit tergesa2..karena harus cepat pergi ke kampus. Sedang.. teller yang melayaniku… uh..sedikit lambat. Aku mencoba bersabar, sambil mengamatinya. Ah emang lambat, coba bandingin ama teller disebelahnya, cepat sekali …, para pelanggan dating pergi dilayaninya, sedang teller yang melayaniku.. huh melayaniku saja tak selesai-selesai. Aku jadi sewot, sambil melirik jam..
`Megarini Puspasari sama` teller itu akhirnya memanggilku …, dating ke cashier, wah.. pertanda udah selesai nih dia mengurus tabunganku. Aku bergegas menghampiri cashier. Dia menerangkan beberapa hal kepadaku, ketika ia menyadari ..lupa sesuatu. Dia berjalan menjauh … tidak..tidak berjalan…. Tapi dengan kursi roda. Aku tertegun, beristigfar … memohon ampun ma Allah.., tadi sempat membandingkannya dengan teller disebelah yang… tentu saja, lebih sempurna secara fisik.
Dia kembali … ke jendela cashier, aku memasang senyum lebar … dan mengucapkan terimakasih padanya.
Seiring langkah kaki yang membawaku pulang ke rumah, hati ini beristigfar… maaf ya Allah, aku tak menyangka dia berada di kursi roda. Kursi rodanya tentu aja tak kelihatan, karena tertutp meja. Aku sih menyangka saja..dia duduk biasa.
Banyak-banyak sekali kejadian, yang terekam nurani ini. Salah satunya, suatu malam ketika … aku hendak pergi ke tempat Goto-san. Goto-san menjemputku dengan mobil putihnya. Dalam perjalanan, sperti biasa.. kita mengobrol. Mobil melaju melewati kawasan taiyo no ie.. and upps.. lampu merah. Mobil berhenti, dan sesaat kemudian … lampu hijau untuk penyeberang jalan menyala. Dari seberang jalan kanan… seorang yang terpincang-pincang hendak menyeberang ke seberang kiri.., sedang dari seberang jalan kiri, seorang yang jalannya pun … sunggu caranya aneh, hendak berjalan kea rah kanan. Mereka bertemu di tengah zebra cross. Aku tertegun di dalam mobil, dalam kegelapan malam, Cuma tampak bayangan mereka yang berjalan dengan cara yang sangat aneh.
Ya memang… begitulah keadaan fisik mereka, bahkan dari raut mukanya pun, terbaca bahwa mungkin perkembangan mental mereka pun tak sempurna. Tapi lihatlah mereka, tetap bersemangat … beraktivitas layaknya orang normal. Ya belanja, ya bekerja, menanam bunga …, bahkan seringkali ku bertemu mereka dalam bis, naik bis sendiri.


`Ya Rabb, Ya Allah … ajari hambaMu ini brsyukur…`, kemudian inilah doa yang selalu kupanjatkan!!!!


No comments:

 
Lilypie Maternity tickers