Saturday, June 03, 2006

"Lets Make Jogjakarta Shine Again"


Mega dsini. Asli Bantul, walo sekarang nan jauh di mato.
Mega disini, ingin ajak2 temen2 smua bergabung dalam teladan Solidarity Project.
Mega dsini, pingin teriak "Lets Make Jogjakarta Shine Again"
see this:http://www.youtube.com/watch?v=7J0-xZAsVbc , and dont u feel that u need to do something for djogdja???
If yes, then proceed to the below passage!!!!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Salam Teladan!!

4-11 Juni 2006, satu minggu ke depan ini, sebuah project solidaritas Teladan akan digelar. dipelopori angkatan 2002, project ini bertujuan:
1. Mendata korban2 gempa djogja dari keluarga teladan (keadaan keluarga. rumah, desa)
2. Memberikan bantuan untuk keluarga teladan
3. Memberikan bantuan untuk yang membutuhkan.

Sebetulnya tim TSP ini sudah bergerak sejak seminggu yang lalu (http://zean-vision.web.ugm.ac.id/earth-quake/
http://www.youtube.com/watch?v=7JO-xZAsVbc), namun melihat keadaan dan banyaknya keluarga teladan yang menjadi korban, 1 minggu ini, mengajak seluruh keluarga besar teladan, untuk berpartisipasi.

Kenapa cuma 1 minggu? sebetulnya tidak terbatas satu minggu saja, namun mengingat keterbatasan kita, bahwa kebanyakan kita masih duduk di bangku kuliah, setidaknya mari kita mulai dengan 1 minggu ini.

MARI KITA SAMA-SAMA BERGERAK!!!


Project solidaritas teladan ini terbagi menjadi 4 tim, silakan pilih mana yang cocok.
Silakan baca detail project dibawah ini. Dan silakan hubungi contact person untuk berpartisipasi. Serta...silakan ajak temen2 lainnya, dan forward email ini seluas-luasnya.

Angkatan 2002

PS : yang ikut milis KATY tolong forward dan kampanyekan!


Teladan Solidarity Project (TSP)
Yogyakarta, 4-11 Juni 2006
Basecamp: Jl. Jend A.Yani No.24 Bantul, Yogyakarta
Telp: 0274-367255


Yth Seluruh Keluarga Teladan dimanapun berada,

Seperti kita ketahui bersama tanggal 27 Mei 2006 lalu gempa yang cukup keras terjadi di DIY, dengan lokasi terparah di Kabupaten Bantul. Dan seperti kita ketahui bersama juga mayoritas keluarga Teladan berasal dari djogdjakarta, sehingga banyak sekali kawan, saudara, bapak ibu guru kita yang menjadi korban. Tak hanya banyak kawan kita yang kehilangan tempat tinggal, namun beberapa teman kita juga kehilangan orang-orang terdekatnya (dari data yang kami himpun, beberapa teman kehilangan kakek atau neneknya)
Melihat kenyataan ini, sudah sepatutnya seluruh keluarga teladan bahu membahu membantu saudara kita yang menjadi korban. Apalagi untuk Bapak Ibu Guru yang sudah sedemikian berjasa pada kita. Kami yakin bahwa masing-masing dari kita telah bergerak membantu, hanya saja belum ada koordinasi atau fokus untuk keluarga teladan.
Namun melihat perkembangan, akan banyaknya kawan kita yang perlu bantuan. Kami Teladan Angkatan 2002 (Tjakra) mengajak kawan-kawan semua untuk bergabung dalam Teladan Solidarity Project (TSP), tanggal 4-11 Juni 2006. Selama periode 1 minggu itu, mari kita bahu membahu mengecek keadaan teman kita, dan memberikan bantuan secepatnya. Sebetulnya, tim TSP sendiri sudah bergerak terhitung sejak Gempa + 6 jam, dengan pengumpulan dana di Jepang, dan hari minggu 28 Mei 2006 dengan distribusi logistik di Bantul. Kami, angkatan 2002, hampir selesai mendata seluruh anggota angkatan, dan mengecek keadaannya, termasuk mengirimkan bantuan secepatnya. Kami menilai bahwa dengan mengutamakan bantuan ke keluarga teladan, bantuan bisa lebih efektif. Tak jarang, bantuan tidak hanya ke keluarga teladan, tapi akhirnya juga ke desa dimana keluarga teladan tinggal. Walau focus di keluarga teladan, tentu saja tetap terbuka menolong siapa saja yang membutuhkan. Flexible but Focus!!!
Untuk itu, sekali lagi kami harap partisipasi seluruh keluarga Teladan. Sementara ini partisipasi bisa dilakukan dengan menjadi:

1. Tim Lapangan
Tim ini bertugas melakukan survey keadaan anak Teladan, mendata kebutuhan, mendistribusikan bantuan, atau menggunakan keilmuannya untuk perbaikan keadaan dari segi mental maupun fisik.
Untuk bergabung hubungi:
Sahal (+62 8562936915)
Adhy (08562045590/ 081322902295, adhy_sb@yahoo.com),

2. Tim Procurement

Tim ini bertugas mencari barang-barang bantuan yang dibutuhkan, dan memastikan stok di basecamp. Serta mengupdate informasi barang yang dibutuhkan, sehingga donatur punya bayangan apa yang dibutuhkan di lapangan.
Untuk Partisipasi hubungi :
Neta ( +62 8562884004)
Rian: (0811255716)

3. Tim Dana
Tim ini bertugas memastikan supply dana untuk kebutuhan operasi tim dan barang bantuan. Untuk sementara ini, aliran dana utama berasal dari kas Tjakra, dan aliran dana dari Jepang. Dalam keadaan darurat ini, dana juga merupakan kebutuhan yang sangat krusial. Jadi permohonan khusus untuk Bapak Ibu keluarga teladan yang sudah lulus, dan berpenghasilan, untuk sebisa mungkin berpartisipasi. Sekecil apapun, dengan jumlah ribuan anak teladan, dana bisa menjadi besar.
Pengiriman dana bisa dilakukan:

Indonesia
Contact Person = Neta ( +62 8562884004)

Dyan Garneta
Bank Mandiri Syariah
Cabang Yogyakarta
No rek. 0300034332

Jepang:
Contact person: neno (080-5214-9179, neynoh@yahoo.com)

Sumitomo Mitsui Banking Corporation
Oita Branch
Nila Rau Fanza
721 1103213

atau

Hoshizora Community
POSTAL Kamegawa Branch
17250 16267151

4. Informan
Bagi siapa pun juga yang mengetahui keberadaan anak Teladan yang membutuhkan bantuan, harap melaporkan pada;
Tika: (08122797369)
Atau barang siapa yang membutuhkan bantuan dana atau barang (tidak terbatas keluarga teladan), silakan hubungi:
Nila (081329902990)

Demikian proposal singkat ini. Dari hati yang terdalam, kami angkatan 2002 ikut berduka untuk gempa bumi djogdjakarta 27 Mei 2006.
Besar harapan kami, partisipasi dari seluruh keluarga teladan, dimanapun berada, untuk membantu Tim Solidaritas Teladan. Kami yakin, sedikit yang bisa kita lakukan ini akan sangat membantu teman-teman kita yang sedang kesusahan. Dalam keadaan seperti inilah seharusnya terasa kebersamaan kita sebagai sama-sama anak Teladan. Dalam keadaan seperti inilah seharusnya kita bergandeng tangan, saling Bantu membantu… coz we are the big family of SMU 1 Teladan Yogyakarta.

Salam Hormat,

TJAKRA (Angkatan 2002)

dokumentasi:
http://zean-vision.web.ugm.ac.id/earth-quake/
http://www.youtube.com/watch?v=7J0-xZAsVbc


Contact:
Djogdja: Tika: (08122797369)
Bandung : Igun (085624197317 gunawan.prasetia@yahoo.com)
Jakarta : Prakosa (081578818286)
Jepang : Reky Martha (08052646595, oenthel@yahoo.com)

Monday, May 15, 2006

What I call "LOVE"

Morning...!

check out this video http://www.youtube.com/watch?v=oJhptvpL4VI . This is our video in Sri Lanka. One of my friend voluntarily uploaded it.
I just wanna share to all of u, what I call LOVE, what friends for, and what truly happiness is. Enjoy!!!

Kono Deai wo taisetsu ni shite
Kore kara mo zutto issyouni
Egao de gambatte ikimashoooo!

mega
-lovethislife-

Saturday, May 13, 2006

Not Yet a tough woman

Today is a rainy day. My first holiday in the last one month, so i was able to wake up late, .. intentionally! I have to go to school and continue my thesis research today though. ;)
I took 11 am train, and arrived at school around 12. Today, my school has welcome festival for freshmen. I took my time to walk around and I stopped by in my circle booth. They are selling Nasi Goreng, and Chai. I taught them how to make Nasi Goreng last Monday. But, when I came, seems they had a lot problems, and still not sure about how much salt they have put, and etc. So I cooked Nasi Goreng once more time just to give them more confidence;). Hmm... many people queue up waiting for my nasi goreng ;)
I met my friend, and confirmed about editing room we book. She needs to edit the Ai No Nami video. We talked, and found out that she cant do it during the time I booked, so I have to go to Central security office and negotiated for the time changing. I had to wait for sometimes but finally they allowed me to change the time. I went back to my friend, and handed in the key.
The next place I go was library. I went there to take the books I ordered. Wow, i found the books are really really interesting. The time I finished my library business, it was already the Dhuhur time. Ahaa... time to pray. I decided to pray in library, thus I proceeded to the hidden place at the corner, and prepared to pray.
I put all my luggages on the floor, and about to start praying, when a mid-age woman came by, and said:
"Excuse me, you cant pray here!"
I heard many times that we cant pray in library before, but this is my first time caught by the librarian herself. And actually I do know that my university prohibits any religion activities anywhere in the campus, so I said:

"Sorry, so do u know where I can pray?"
She answered, "there is no place at this school u can pray"
"there is no single place in this school I can pray?"
"Yes. u cant pray here at campus, our school prohibits any religion activities... bla...bla...bla"
"I understand!" i closed the conversation and she says, "Please..!"

When she is about to leave, i asked again, "excuse me, can I pray here just for this time. One time only!"

"NO!" and she left.

I was not able to stand anymore, and started crying. I dont know why i start crying, i could not describe what I feel, but i am so sad. I felt so sad. it hurts me when she is saying that I cant pray. Why? Dont ask me, it is really sad to hear that.
No body was there. I was trying to be tough, and stopped crying, and went out from library.
I went to the next building, entered the toilet, and here it is, a small fitting room in the toilet. It is clean place, so I prayed there. Tell u the truth, many students pray there. Although some people say, "But it is in toilet" i think it is the most private place.
i closed the small fitting room door, and started crying again. Dont ask me why and dont say that i am a crybaby, huh although it is up to u, and i dont care if u say that.
After I succed to control myself, i started praying. Then after that, I took my time to think about what was happened. Yes, i just feel that I cant accept if they prohibits us to pray. why dont we talk about human rights? Dont we have a right to practice our religion? what this school is trying to do?? So i decided to go back to the library, and talked with them. No, not to ask for my right, coz I know that she is just doing her job, i just feel that i have to do something. I cant stay, and do nothing. I have to do something!!!!
I talked to the woman,
"I want to talk about what was happened. I feel that i need to talk to the person in charge."
"sorry...sorry if i was rude" she said
"No problem. I just want to discuss about the matter."
"Today is saturday, so there is no person in charge right now"
Then she wrote down my name and ID number, and she said someone will call me.

Yes, i am waiting for their call. And i promise myself that i will do "something that i can do". I will fight for it before i graduate from this school.

I promise...

mega

Monday, April 24, 2006

always Thank you!!!

Berbekal postingan `Mimpi2 Sakura 2006`, terimakasih.., mega mendapat berbagai macam advice. Menyenangkan sekali, membaca pengalaman yang temen2 punya, mengingatkan akan hal2 yang seharusnya mega sudah paham, namun terkadang terlupa. Atau mendengar mimpi2 yang temen2 punya, idealisme, membuatku jadi tambah bersemangat. Atau bahkan artikel yang teman kirimkan, sangat menginspirasi. Oya, yang minta alamat email mega, nanti segera aku kirim. I am waiting for your advice!
Waktu-waktu sesudah itu, mega masih mengalami bongkar pasang pikiran. Kemaren sudah yakin begitu, paginya kenapa pingin begini. Hehe.., tadinya aku jadi sebal ma diriku sendiri, `apa maunya sih nih Mega`.
Aku yang selama ini selalu yakin dengan jalan yang aku pilih, aku yang tak pernah menemukan kesulitan berarti ketika menerjemahkan petunjuk2 yang diberikanNya, kenapa jadi `lost` kayak gini!
Kemana mega yang sejak kecil dididik untuk punya keyakinan, dan memperjuangkan keyakinannya ini. Kalo boleh mendeskripsikan keluarga dimana aku dibesarkan, kluargaku tuh demokratis liberal. Keluargaku tak mendidikku dengan kata `jangan ini jangan itu` atau `harus begini begitu..!`, tapi silakan memilih jalan yang anda sukai, silakan mengemukan apa yang anda pikirkan, namun anda harus selalu SIAP dengan pertanyaan `Kenapa`. Papah selalu menjadi oposisi terhadap apapun yang mega pingin lakukan, atau mungkin pikirkan. Bahkan, berpura-pura menjadi oposisi, sekalipun sebenarnya beliau setuju denganku. `Papah cuma mau ngetes seberapa yakin kamu koq. Papah sih sebenarnya setuju banget ma kamu!` ga jarang debat panjang 2 jam diakhiri dengan kata2 yang membuatku merasa buang2 waktu. Namun semakin dewasa, aku sudah siap dengan segala ritual oposisi ini, bahwa ini Cuma tes KEYAKINAN, sberapa jauh aku yakin. Kalo aku yakin, di tes kayak gitu, justru membuatku semakin yakin. Sebaliknya, kalo diri ini ga yakin, aku jadi sadar, `lha aku sendiri ga yakin tho` atau `oo..ternyata aku cuma ikutan temen, ga yakin benar!`. Aku inget betul, kata2 papah setelah debat panjang rencana kepergianku kuliah di Jepang, `Mah, ternyata anakmu sudah yakin.Siap melangkah dengan keyakinan yang besar. Kalo gitu, pasti berhasil!` Kepercayaan mereka fondasi kuat bagiku.
Dan kini, ketika keyakinan akan jalan mana yang kupilih, belum kunjung datang, aku jadi sebal ma diriku sendiri. Aku tuh, cukup strict loh ama diriku sendiri. Menuntut diriku untuk ini, ga boleh itu, harus ini. Hehe.. misalnya aja aku menuntut diriku untuk ga berprasangka buruk ma orang, ketika sedikit saja aku berprasangka, wuuuih... aku membuat hukuman macam2 buat diriku, termasuk jadi sebel ma diri sendiri. Baru akhir2 ini mega belajar menyayangi diri sendiri, untuk maklum bahwa udah fitrah manusia untuk gampang sombong, untuk iri. Jadi ketika rasa itu timbul, pertama ya istigfar dulu sambil menyadari kalo ini fitrah, ga perlu buru2 benci diri sendiri. Nah, begitu pula, aku belajar memaklumi diriku yang lagi bingung ini. Kuendapkan persoalannya, atau dengan kata lain `ga usah dipikirin deh`.
Justru ketika aku mulai masa bodoh, dan mengalir santai, aku bisa memahami diriku sendiri lewat hal2 yang sederhana.
Seperti kemaren, mega melihat drama singkat memperingati 1 tahun kecelakaan JR Amagasaki. Di drama itu, intinya diliatin bagaimana sedihnya kehilangan orang2 yang dicintai, gimana memory2 yang pernah ada kadang menghantui. Intinya lagi adalah tentang keluarga dan kebersamaan. Entah karena pengaruh drama ini pa enggak, ketika masuk kamar dan sendiri, ga kerasa air mata ini jatuh. Teringat sedihnya aku kalo pulang ke Bantul, dan mendapati `kenapa mamah dan papah terlihat lebih tua dibanding terakhir kali aku pulang?`. Sedih sekali, ketika mendapati uban mereka semakin banyak. Dulu waktu SMA mamah sering bilang, `Sana Ga, ubannya papah dicabutin`. Ah saat itu helai rambut putih mereka masih bisa dihitung. Sekarang? Jujur aja aku ga tau. Mamah selalu menyemir rambut mamah, ketika aku mau pulang ke Jepang, dan jujur aja aku sedih kalo pulang ke Jepang ninggalin mamah yang beruban. Perasaan ingin bersama, akan bertambah kuat bila mendengar mamah atau papah sakit. Ah rasanya...
Air mata yang jatuh malam itu, membuat aku memahami diriku, paham bahwa aku ingin berada dekat dengan mereka. Menyaksikan hari demi hari yang mereka lalui, atau jadi saksi rambut yang mulai memutih?
Aku ga tau apakah besok aku masih yakin akan hal yang sama atau enggak, namun hari ini aku yakin bahwa aku akan kembali ke Indonesia setelah aku lulus. Itu artinya seharusnya aku job hunting di Indonesia.
Waktu telpon mamah minggu kmaren, mamah bilang;
`Apa mungkin karena mamah dah tua ya mbak? Sehingga mamah mikir apa sih artinya uang banyak kalo kita ga bersama. Mamah lebih seneng ditungguin mbak mega, suami mbak mega, cita, suaminya, papah, daripada dikirimin uang milyaran rupiah!`
`Oo..jadi mamah pingin mega pulang Indonesia?`
`Ga harus diartikan seperti itu, mbak. Mbak mega taulah yang terbaik. Yang penting seimbang. Ya dapet kerjaan yang bagus, ya bisa sering2 ktemu mamah papah`

Hmm..., If i am going back to Indonesia after graduation, anybody wants to offer me a good job in Indonesia, hmm... or any countries near Indonesia???

Mega
-tomorrow never knows-
 
Lilypie Maternity tickers