Mumpung weekend, Kaori dan aku ga buang2 waktu buat follow-up kemalingan kami. Pertama, tentu saja kami lapor the apartment owner, and the apartment company. Pintu kaca langsung diperbaiki 2 jam setelah kami lapor. Siip yak! Oh ya ding, sebelum diperbaiki, tak lupa kami ambil foto2 TKP juga, untuk memproses asuransi. Semoga dapet ganti, amiin.
Nah, abis semua beres, mulailah kami mikir gmana caranya memperketat keamanan di apartment kami. Akhirnya kita jalan2 ke home center department store, yang letaknya cuma 3 menit naek sepeda dari apartment kami. Hehe, deket banget.
Ternyata macem2 ya alat2 untuk home security tu. Aku sangat menikmati shopping kami kali ini. Kaori sempat tertarik dengan buzzer yang bisa dipasang di pintu ini. Tapi setelah aku debat bahwa kalo cuma buzzer toh bs langsung dimatikan juga ma malingnya, dan karena lingkungan kami sepi kalo siang, toh juga jarang yang denger, dsbnya, kami memutuskan ga jadi beli buzzer itu.
Akhirnya inilah yang kami dapat:
Ini film untuk melapisi kaca kami, jadi katanya kalo dilapisi susah dipecah gt. Lumayan mahal 2 lembar ukuran kecil bisa 300,000 an rupiah.
Kemudian ada juga kunci tambahan untuk pintu. Diletakin di bawah gt, trus ada kuncinya juga. Kuncinya kita simpan di tempat terpisah gt.
Trus ada ini juga:
Security camera terpasang? Hehe, sebenarnya kami ga beli kamera. Cuma pasang pengumuman bahwa ada security camera dong. Tapi yakin deh pasti ini akan membuat yang mo nyolong mikir 7 kali sebelum bertindak. Dan ini kami pasang di luar dekat pintu masuk, jadi bisa melindungi apartment2 lainnya. Hehe
Hehe, seru loh pasang2 alat itu. Dan tentu saja dibantuin pacarnya Kaori. Thanks to Kazu. Anak itu dah berhasil "mengambil hatiku" juga untuk jadi pacarnya Kaori. Hehe.
Pulang belanja, aku bilang kaori: "Menarik ya, aku menikmatinya. Kemarin pas penyelidikan polisi juga seru, enjoy ngobrol ma polisinya!".
Kaori komen betapa positifnya aku menghadapi semuanya, hehehe... tapi akhirnya dia setuju juga kalo apa yang kami alami 2 hari seru, menarik, dan enjoyable. Hehe.
Tapi tidak berharap untuk 2 kalinya koq. Dan semoga aman2 aja tinggal diapartment skr dan ga harus pindah. Oh ya, Okaasan ga henti2nya komen, "Kasihan Mega, di Jepang dapat pengalaman buruk kayak gini!"... hehe, kayak takut aku kapok dengan Jepang aja gituh...
mega
Sunday, November 30, 2008
Saturday, November 29, 2008
kemalingan!
Sesuai judulnya, rumahku kemalingan.
hmm..sedih ya, tapi somehow masih bersyukur tdk terjadi apa2 padaku dan adekku. Yang hilang adalah uang sekitar 50,000 yen-an (6 jutaan rupiah). Selain itu alhamdulillah ga ada yg hilang. Padahal di rumah ada laptop 2 buah, camera 2 buah, di atas meja tamu ada buku tabungan beserta inkan (cap buat ambil uang), tiket2 shinkansen ke tokyo, dan juga tentu saja alat2 elektronik lainnya. Yah, kaget banget sih. Jadi si maling melubangi pintu kaca besar di ruang tamu, trus dari situ bisa buka kunci pintu kaca itu deh.
Jadilah kemaren malam jam 00:30 malem ketika adekku mo jemur pakaian di beranda, dan liat kaca bolong langsung kita panik! Langsung deh cek uang, dan ternyata dah lenyap. Panik, kaget, takut, dan akhirnya setelah menenangkan diri kami telpon okaasan dan otousan, dan atas saran mereka kita langsung telpon hyaku to ban (110), sambungan langsung ke polisi di jepang. Trus selama 1.5 jam polisi periksa ini itu, foto ini itu, tanya ini itu, dan ambil sidik jari kita. Pemeriksaan total selama 1.5 jam-an, dengan 4 polisi. Jadi ternyata setelah diturut kronologinya, maling itu masuk udah 2 hari yang lalu, yaitu rabu siang ato sore. Karena di hari itu waktu aku pulang, kunci depan tidak terkunci. Waktu itu sih aku pikir kaori lupa kunci aja. Dan juga malam itu ktika aku pulang rumah, buku2 di rak berjatuhan gt, dan apa coba ... rak bawah tivi tu sampai copot. Tapi waktu itu aku mikirnya adekku yang buru2 cari sesuatu dan jadi kayak gt. Hmm... tambahan info, adekku tu orangnya suka berantakin rumah hehe. Sebaliknya adekku tu ngira aku yang mberantakin... (Hah aku kan ga pernah berantakin rumah?? --> beneran lho hehe).
Ternyata lagi, rumah sebelah juga kemalingan dengan modus operandi sama persis!
Malam itu jadi pengalaman ga terlupakan deh. Dan semoga ga terjadi lagi. Amiiiin.
Jam 2-an malem, baru kita siap2 tidur.
Doain ya teman2, semoga kerugian bisa ditanggung asuransi. Tadi sih pintu kaca sudah diganti baru sama management company apartmentku ini.
Nah, sekarang apa yang penting? tentu saja biar ga terulang lagi kan. Hmmm... mungkin ini kiat2nya:
1. Untuk di kota besar Jepang seperti Osaka dan Tokyo, sudah jadi peringatan umum bahwa kalo milih apartment jangan di lantai satu. Terutama untuk cewek. Apartmentku di lantai satu, hehe..aduh aku suka di lantai satu e :p
2. Kalo ada pintu lapisan luar (rolling door), hendaknya ditutup kalo malam dan kalo sedang keluar rumah. Aku ga pernah nutup rolling doornya..hehe
3. Bisa misalnya pasang buzzer yang berbunyi bila kaca mengalami tekanan dari luar. (Deuh tapi kalo anginnya kenceng, bunyi2 ga ya?). Ato bisa melapisi kaca dengan sticker yang membuat kaca tidak bisa dipecah (Tapi kata bapaknya yang ganti kaca tadi, tetep aja bs pecah). Dua saran ini sumbangan saran dari pacarnya adekku hehe.
4. Bila pulang ke rumah, dan ternyata pintu dalam keadaan tidak terkunci, waspada dan ceklah rumah. Setidaknya konfirmasi ma sesama penghuni rumah.
5. Bila rumah berantakan -lebih dari biasanya-, waspadalah dan ceklah rumahnya.
Kata Pak polisi tadi malam juga, biasanya maling akan menyerah mencoba bila proses untuk mencongkel kunci lebih dari 3 menit. Jadi intinya adalah kita bisa kasih pengaman tambahan dipintu setidaknya biar sedikit mempersulit bila ada maling datang.
Mungkin itu kali ya kiat2nya. Ada yang mo nambahin? Semoga bisa jadi pengalaman buat yang lain, dan semoga ga terulang padaku dan pada yang lain juga.
Sekali lagi, doain tercover asuransi ya...amiiiin.
mega
hmm..sedih ya, tapi somehow masih bersyukur tdk terjadi apa2 padaku dan adekku. Yang hilang adalah uang sekitar 50,000 yen-an (6 jutaan rupiah). Selain itu alhamdulillah ga ada yg hilang. Padahal di rumah ada laptop 2 buah, camera 2 buah, di atas meja tamu ada buku tabungan beserta inkan (cap buat ambil uang), tiket2 shinkansen ke tokyo, dan juga tentu saja alat2 elektronik lainnya. Yah, kaget banget sih. Jadi si maling melubangi pintu kaca besar di ruang tamu, trus dari situ bisa buka kunci pintu kaca itu deh.
Jadilah kemaren malam jam 00:30 malem ketika adekku mo jemur pakaian di beranda, dan liat kaca bolong langsung kita panik! Langsung deh cek uang, dan ternyata dah lenyap. Panik, kaget, takut, dan akhirnya setelah menenangkan diri kami telpon okaasan dan otousan, dan atas saran mereka kita langsung telpon hyaku to ban (110), sambungan langsung ke polisi di jepang. Trus selama 1.5 jam polisi periksa ini itu, foto ini itu, tanya ini itu, dan ambil sidik jari kita. Pemeriksaan total selama 1.5 jam-an, dengan 4 polisi. Jadi ternyata setelah diturut kronologinya, maling itu masuk udah 2 hari yang lalu, yaitu rabu siang ato sore. Karena di hari itu waktu aku pulang, kunci depan tidak terkunci. Waktu itu sih aku pikir kaori lupa kunci aja. Dan juga malam itu ktika aku pulang rumah, buku2 di rak berjatuhan gt, dan apa coba ... rak bawah tivi tu sampai copot. Tapi waktu itu aku mikirnya adekku yang buru2 cari sesuatu dan jadi kayak gt. Hmm... tambahan info, adekku tu orangnya suka berantakin rumah hehe. Sebaliknya adekku tu ngira aku yang mberantakin... (Hah aku kan ga pernah berantakin rumah?? --> beneran lho hehe).
Ternyata lagi, rumah sebelah juga kemalingan dengan modus operandi sama persis!
Malam itu jadi pengalaman ga terlupakan deh. Dan semoga ga terjadi lagi. Amiiiin.
Jam 2-an malem, baru kita siap2 tidur.
Doain ya teman2, semoga kerugian bisa ditanggung asuransi. Tadi sih pintu kaca sudah diganti baru sama management company apartmentku ini.
Nah, sekarang apa yang penting? tentu saja biar ga terulang lagi kan. Hmmm... mungkin ini kiat2nya:
1. Untuk di kota besar Jepang seperti Osaka dan Tokyo, sudah jadi peringatan umum bahwa kalo milih apartment jangan di lantai satu. Terutama untuk cewek. Apartmentku di lantai satu, hehe..aduh aku suka di lantai satu e :p
2. Kalo ada pintu lapisan luar (rolling door), hendaknya ditutup kalo malam dan kalo sedang keluar rumah. Aku ga pernah nutup rolling doornya..hehe
3. Bisa misalnya pasang buzzer yang berbunyi bila kaca mengalami tekanan dari luar. (Deuh tapi kalo anginnya kenceng, bunyi2 ga ya?). Ato bisa melapisi kaca dengan sticker yang membuat kaca tidak bisa dipecah (Tapi kata bapaknya yang ganti kaca tadi, tetep aja bs pecah). Dua saran ini sumbangan saran dari pacarnya adekku hehe.
4. Bila pulang ke rumah, dan ternyata pintu dalam keadaan tidak terkunci, waspada dan ceklah rumah. Setidaknya konfirmasi ma sesama penghuni rumah.
5. Bila rumah berantakan -lebih dari biasanya-, waspadalah dan ceklah rumahnya.
Kata Pak polisi tadi malam juga, biasanya maling akan menyerah mencoba bila proses untuk mencongkel kunci lebih dari 3 menit. Jadi intinya adalah kita bisa kasih pengaman tambahan dipintu setidaknya biar sedikit mempersulit bila ada maling datang.
Mungkin itu kali ya kiat2nya. Ada yang mo nambahin? Semoga bisa jadi pengalaman buat yang lain, dan semoga ga terulang padaku dan pada yang lain juga.
Sekali lagi, doain tercover asuransi ya...amiiiin.
mega
Monday, November 24, 2008
Sepotong cerita di awal musim dingin
Senin ini libur ;). Alhamdulillah bs istirahat ni. Akhir-akhir aku rajin nulis lagi ya..., karena ternyata blog efektif juga buat katarsis atau ventilasi kepenatan hehe.
Plus daripada banyak hal yang mengendap di pikiran, mending ditumpahkan disini.
Ngobrol2 lagi yok! Kali ini apa topiknya?
Ini aja, tadi aku abis liat2 friendster dan blog walking...mengunjungi teman2ku : ). Silaturahmi melalui dunia maya. Trus again tersadar, betapa banyak teman2 yang sudah menikah, bahkan mau dan sudah menjadi mommy : ). Tersadar betapa cepat waktu berlalu, dan betapa cepat waktu meninggalkanku..hehe
Luar biasa ya hidup ini. Dan aku dihadapkan pada dua fenomena. Bila melihat teman2 di tanah air yang banyak yang sudah menikah, bahkan dah jadi daddy and mommy, bener2 ngerasa waktu meninggalkanku begitu jauh, dan aku masih *kind of* jalan di tempat. Tapi kalo melihat teman2 dsini, wuuuiiih ga juga lah.
Inilah potretnya disini.
Kita bicara tentang perempuan ya. Di tim kerjaku ada 6 perempuan . Yang paling tua menginjak 40 tahun, yang berikutnya 2 orang berumur 29 tahun, trus seorang 27 tahun, dan 25 tahun, dan terakhir aku 24 tahun. Semuanya belum menikah. Dan yang punya rencana menikah by next year, baru aku. Kalo melihat fenomena ini jelas aku belum tertinggal waktu hehe. Okelah mungkin itu karena mereka orang Jepang, nah gimana kalo melihat teman2 Indonesia waktu kuliah dsini. Yang jelas yang satu angkatan, aku baru denger2 ada satu orang yang mo menikah akhir tahun depan.
Dan Pokoknya kalo dsini cerita mo nikah tu pasti response-nya, "Beneran Meg?", "Are you serious? Masih muda gt". Hehe
Fenomena yang berbeda dan sangat menarik.
Cerita lain, beberapa waktu lalu aku ketemu temenku cewek orang Hungaria. Kita ngobrol ngalur ngidul, sampai ke rencana nikahanku. Dia bilang, "ii na..! I want to get married too"
"Why dont you?"tanyaku.
Dan dia mengeluarkan beberapa alasan. Salah satunya ya karena pacarnya di new york, dan ga ada or belum ada rencana buat nikah. "What`s the point of getting married" gt lah. Hampir ga ada bedanya kan nikah ato ga, begitulah. Tapi buat temenku yang perempuan, i can see that she wants it.
Dalam Islam, menikah itu kan ibadah, wuuih penting banget dong. Dan menikah itu kan memperjelas hak dan tanggung jawab kita, perjanjian dengan Allah, wuiih sakral banget ya. Kalo tanpa nikah gt kan, terutama perempuannya, feel unsecured lah ya.
Tapi aku ga tega untuk "menceramahi"nya tentang nilai-nilai yang aku anut. Aku malah tiba2 ingat pacar temen aku itu waktu aku masih tahun pertama di APU. Orang perancis, mana pacarannya ga kenal tempat. Aku pernah shock keluar kelas, abis ujian lagi, mereka ciuman di depan pintu. Aaaaaa...., padahal prof juga masih di kelas, anak2 lain bubaran ujian.
So, what is the moral of the story?
simpulkan sendiri2 aja deh. Yang jelas manusia tu punya fitrah.
Oh ya, dan buat cowok2 terutama cowok jepang, dan yang berpikir not to marry your girl friends, please deh be real gentlemen!
Dan buat yang cewek, jangan kasih yang cowok macem2 sebelum menikah. Save the treasures until the right time!
setujuuu?
mega
Plus daripada banyak hal yang mengendap di pikiran, mending ditumpahkan disini.
Ngobrol2 lagi yok! Kali ini apa topiknya?
Ini aja, tadi aku abis liat2 friendster dan blog walking...mengunjungi teman2ku : ). Silaturahmi melalui dunia maya. Trus again tersadar, betapa banyak teman2 yang sudah menikah, bahkan mau dan sudah menjadi mommy : ). Tersadar betapa cepat waktu berlalu, dan betapa cepat waktu meninggalkanku..hehe
Luar biasa ya hidup ini. Dan aku dihadapkan pada dua fenomena. Bila melihat teman2 di tanah air yang banyak yang sudah menikah, bahkan dah jadi daddy and mommy, bener2 ngerasa waktu meninggalkanku begitu jauh, dan aku masih *kind of* jalan di tempat. Tapi kalo melihat teman2 dsini, wuuuiiih ga juga lah.
Inilah potretnya disini.
Kita bicara tentang perempuan ya. Di tim kerjaku ada 6 perempuan . Yang paling tua menginjak 40 tahun, yang berikutnya 2 orang berumur 29 tahun, trus seorang 27 tahun, dan 25 tahun, dan terakhir aku 24 tahun. Semuanya belum menikah. Dan yang punya rencana menikah by next year, baru aku. Kalo melihat fenomena ini jelas aku belum tertinggal waktu hehe. Okelah mungkin itu karena mereka orang Jepang, nah gimana kalo melihat teman2 Indonesia waktu kuliah dsini. Yang jelas yang satu angkatan, aku baru denger2 ada satu orang yang mo menikah akhir tahun depan.
Dan Pokoknya kalo dsini cerita mo nikah tu pasti response-nya, "Beneran Meg?", "Are you serious? Masih muda gt". Hehe
Fenomena yang berbeda dan sangat menarik.
Cerita lain, beberapa waktu lalu aku ketemu temenku cewek orang Hungaria. Kita ngobrol ngalur ngidul, sampai ke rencana nikahanku. Dia bilang, "ii na..! I want to get married too"
"Why dont you?"tanyaku.
Dan dia mengeluarkan beberapa alasan. Salah satunya ya karena pacarnya di new york, dan ga ada or belum ada rencana buat nikah. "What`s the point of getting married" gt lah. Hampir ga ada bedanya kan nikah ato ga, begitulah. Tapi buat temenku yang perempuan, i can see that she wants it.
Dalam Islam, menikah itu kan ibadah, wuuih penting banget dong. Dan menikah itu kan memperjelas hak dan tanggung jawab kita, perjanjian dengan Allah, wuiih sakral banget ya. Kalo tanpa nikah gt kan, terutama perempuannya, feel unsecured lah ya.
Tapi aku ga tega untuk "menceramahi"nya tentang nilai-nilai yang aku anut. Aku malah tiba2 ingat pacar temen aku itu waktu aku masih tahun pertama di APU. Orang perancis, mana pacarannya ga kenal tempat. Aku pernah shock keluar kelas, abis ujian lagi, mereka ciuman di depan pintu. Aaaaaa...., padahal prof juga masih di kelas, anak2 lain bubaran ujian.
So, what is the moral of the story?
simpulkan sendiri2 aja deh. Yang jelas manusia tu punya fitrah.
Oh ya, dan buat cowok2 terutama cowok jepang, dan yang berpikir not to marry your girl friends, please deh be real gentlemen!
Dan buat yang cewek, jangan kasih yang cowok macem2 sebelum menikah. Save the treasures until the right time!
setujuuu?
mega
Sunday, November 23, 2008
my FUN and NOISY class in Kobe Mosque
Kids Quran Class yang diselenggarakan setiap minggu dari pukul 10:00-13:30 ini pastilah bukan kelas yang ideal dari kacamata umum. Kenapa? Pertama, mungkin karena berisik dan anak-anaknya sangat ekspresif untuk bertingkah seenak udelnya :).
Tentu saja ketika ibu gurunya ini berbicara, mereka mendengarkan, tapi mereka banyak komentar, banyak tanya, cerewet, heboh, you name it lah. Yah, tapi itu ga masalah bagiku sih, karena aku suka keaktifan mereka, suka kekritisan mereka, suka celetukan2 mereka, aku biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri. Intinya, aku ga banyak mengatur. Hehe
Walopun tentu saja, kadang2 aku juga suka dibuatnya kesal. Karena terlalu berisik, atau kalo mereka saling komentar dan akhirnya berantem satu sama lain. Hhh...
Dua tahun lalu ketika mulai mengajar mereka, aku menghendaki sebuah kelas yang teratur, yang semua muridnya tekun belajar. Tapi akhirnya kusadari, tenaga yang kubutuhkan untuk mewujudkan kelas seperti itu akan terlalu banyak! Buang2 energi, dan cuma bikin emosi deh. Apa pasal?
1. Range umur yang terlalu panjang. Ada yang masih 3 tahun, tapi ada juga yang kelas 6 SD. Maklum kekurangan guru ni...
2. Multinational. Mungkin kalo diitung2, kelas kami memiliki setidaknya 7 kebangsaan yang berbeda. Dari Malaysia, Indonesia, Pakistan, Jepang, Moroko, Tanzania, Sri Lanka, Turki, nah lho ini aja dah lebih dari 7 negara hehe.
3. Language barrier. Kelas ini unik karena setengah anaknya bisa bahasa Jepang aja, sedang setengahnya bisa bahasa Inggris aja. Intinya kita harus ngajar dengan 2 bahasa.
4. Tentu saja kepribadian anak2nya yang berbeda. Aku punya 2 murid yang waktu masuk aja, ga bs duduk. Sukanya lari2 diatas meja. Bayangkan saja! Aku sampe njuluki mereka berdua (dalam hati aja sih), the Earthquakes, saking kalo mereka masuk kelas tu tiba2 aja kelas jadi gaduh, berantakan, seperti ada gempa bumi hehe.
Setelah mencoba beberapa saat untuk mewujudkan "kelas ideal" tersebut, akhirnya aku menyerah. Dan berusaha lebih memahami dunia anak2 yang suka belajar sambil bermain, rame, suka lari2, suka bercanda...tapi di sisi lain punya keingintahuan yang luar biasa.
Nah jadi aku ga pernah banyak memperingatkan mereka lagi untuk mendengarkan baik2, toh aku tahu walo kadang2 mereka bisik2 ma sebelahnya juga mendengarkan. Dan kalo pas session cerita2 Islam, aku buat ceritanya se-interative mungkin. Dan dengan banyak ngasih pertanyaan ke mereka. Dan mereka pasti akan berebut menjawab, "I know...I know" walopun kadang2 mereka ngawur juga jawabnya.
Kayak hari ini kami bercerita tentang hijrahnya Rasulullah SAW, dan dikejarnya beliau oleh Surokah. Nah kan nanya, "keajaiban apa yang terjadi hingga Surokah ga pernah bisa mengejar Rasulullah???".
Eee...tiba2 ada satu anak yang meloncat dari tempat duduknya, trus memperagakan gerakan kuda yang terperosok dalam pasir. Hehe.
Trus ada satu anak2 yang minta diizinkan menggambar kejadian tersebut dipapan tulis. Ya udah boleh2 aja, herannya gambarnya bagus. Bahkan dia bisa menggambarkan sampai cerita Surokah mendapat gelang dari Raja Kisrah. Huaaa... aku sampe terharu, pinter semua hehe.
Ya gt deh, pokoknya mereka tu banyak komentar. Tadi juga cerita tentang gua tempat Rasulullah bersembunyi, trus cerita ada kalajengking, ular dll. Trus ada deh yang memperagakan gerakan ularlah, ada yang cerita liat ularlah, hebatnya kalajengking lah..hehe
Tadi juga cerita ketika Rasulullah disuruh milih ma Allah antara milk, water, atau wine. Trus mereka bikin yel-yel, "i pick up milk! I pick up Milk! Say no to wine!" hehe
Namun tadi pas sehabis Dhuhur, bu gurunya ini kehabisan sabar juga (Oopss!). Kan ceritanya kita ngehafalin asmaul Husna-nya sampe Al-Wajid Al-Majid Al-Wahid. Trus karena aku belum jelasin artinya ke mereka, aku pengen jelasin arti Al-Wajid (The Finder). Aku tanya mereka, dan seperti biasa cerewetnya minta ampun! Satu anak menjawab, "He found the earth, He found the stars, He found Nabila too", nah anak itu jawabnya pake2 nama Nabila. Diulang2 lagi, si Nabila jadi kesel, berantemlah mereka.
Aku alihkan pertanyaannya, "Sama ga artinya dengan Al-Khaliq (The Creator)?". Ee..si anak itu malah ngelanjutin, "He created the earth...., he created Nabila too". Huaah, berhubung udah sabar dari pagi, udah mulai mangkellah aku, dan jadi mutung. "Dah, sensei ga jadi jelasin. Ulang lagi aja baca dari depan!". Namun anak2 tentu saja lancar ngulangnya.... (as amazing as always!)
Seusai kelas, kami tegur si anak itu, yang gangguin Nabila, "If you still disturbe the class, I will tell your mother!". Anaknya langsung pucet, mengangguk, trus keluar kelas dgn loyo.
Si Kakak yang mendengar, langsung mendekat dan nanya, "Is this our last chance?"
"Last chance for what?"
"Last chance! So next time we do it again then you will tell our mother?"
"Yes"
"Oh My God!" kata anak tersebut ngeloyor kelas.
Dan aku nyembuin ketawa, geli deh ama pemakaian kata "last chance, dan "Oh My God" kayak sambil stress banget. Ooh, padahal minggu depan aku pasti dah lupa, you always have CHANCE with me, kids! (Jadi inget topik Taubah dalam sisters class hari sebelumnya, Allah gives us CHANCE for taubah until "the day"-red)
Hehe begitulah kelas kami. Very noisy, but it is always fun. Beneraaan, aku cinta banget dikelilingi mereka!
Mega
Tentu saja ketika ibu gurunya ini berbicara, mereka mendengarkan, tapi mereka banyak komentar, banyak tanya, cerewet, heboh, you name it lah. Yah, tapi itu ga masalah bagiku sih, karena aku suka keaktifan mereka, suka kekritisan mereka, suka celetukan2 mereka, aku biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri. Intinya, aku ga banyak mengatur. Hehe
Walopun tentu saja, kadang2 aku juga suka dibuatnya kesal. Karena terlalu berisik, atau kalo mereka saling komentar dan akhirnya berantem satu sama lain. Hhh...
Dua tahun lalu ketika mulai mengajar mereka, aku menghendaki sebuah kelas yang teratur, yang semua muridnya tekun belajar. Tapi akhirnya kusadari, tenaga yang kubutuhkan untuk mewujudkan kelas seperti itu akan terlalu banyak! Buang2 energi, dan cuma bikin emosi deh. Apa pasal?
1. Range umur yang terlalu panjang. Ada yang masih 3 tahun, tapi ada juga yang kelas 6 SD. Maklum kekurangan guru ni...
2. Multinational. Mungkin kalo diitung2, kelas kami memiliki setidaknya 7 kebangsaan yang berbeda. Dari Malaysia, Indonesia, Pakistan, Jepang, Moroko, Tanzania, Sri Lanka, Turki, nah lho ini aja dah lebih dari 7 negara hehe.
3. Language barrier. Kelas ini unik karena setengah anaknya bisa bahasa Jepang aja, sedang setengahnya bisa bahasa Inggris aja. Intinya kita harus ngajar dengan 2 bahasa.
4. Tentu saja kepribadian anak2nya yang berbeda. Aku punya 2 murid yang waktu masuk aja, ga bs duduk. Sukanya lari2 diatas meja. Bayangkan saja! Aku sampe njuluki mereka berdua (dalam hati aja sih), the Earthquakes, saking kalo mereka masuk kelas tu tiba2 aja kelas jadi gaduh, berantakan, seperti ada gempa bumi hehe.
Setelah mencoba beberapa saat untuk mewujudkan "kelas ideal" tersebut, akhirnya aku menyerah. Dan berusaha lebih memahami dunia anak2 yang suka belajar sambil bermain, rame, suka lari2, suka bercanda...tapi di sisi lain punya keingintahuan yang luar biasa.
Nah jadi aku ga pernah banyak memperingatkan mereka lagi untuk mendengarkan baik2, toh aku tahu walo kadang2 mereka bisik2 ma sebelahnya juga mendengarkan. Dan kalo pas session cerita2 Islam, aku buat ceritanya se-interative mungkin. Dan dengan banyak ngasih pertanyaan ke mereka. Dan mereka pasti akan berebut menjawab, "I know...I know" walopun kadang2 mereka ngawur juga jawabnya.
Kayak hari ini kami bercerita tentang hijrahnya Rasulullah SAW, dan dikejarnya beliau oleh Surokah. Nah kan nanya, "keajaiban apa yang terjadi hingga Surokah ga pernah bisa mengejar Rasulullah???".
Eee...tiba2 ada satu anak yang meloncat dari tempat duduknya, trus memperagakan gerakan kuda yang terperosok dalam pasir. Hehe.
Trus ada satu anak2 yang minta diizinkan menggambar kejadian tersebut dipapan tulis. Ya udah boleh2 aja, herannya gambarnya bagus. Bahkan dia bisa menggambarkan sampai cerita Surokah mendapat gelang dari Raja Kisrah. Huaaa... aku sampe terharu, pinter semua hehe.
Ya gt deh, pokoknya mereka tu banyak komentar. Tadi juga cerita tentang gua tempat Rasulullah bersembunyi, trus cerita ada kalajengking, ular dll. Trus ada deh yang memperagakan gerakan ularlah, ada yang cerita liat ularlah, hebatnya kalajengking lah..hehe
Tadi juga cerita ketika Rasulullah disuruh milih ma Allah antara milk, water, atau wine. Trus mereka bikin yel-yel, "i pick up milk! I pick up Milk! Say no to wine!" hehe
Namun tadi pas sehabis Dhuhur, bu gurunya ini kehabisan sabar juga (Oopss!). Kan ceritanya kita ngehafalin asmaul Husna-nya sampe Al-Wajid Al-Majid Al-Wahid. Trus karena aku belum jelasin artinya ke mereka, aku pengen jelasin arti Al-Wajid (The Finder). Aku tanya mereka, dan seperti biasa cerewetnya minta ampun! Satu anak menjawab, "He found the earth, He found the stars, He found Nabila too", nah anak itu jawabnya pake2 nama Nabila. Diulang2 lagi, si Nabila jadi kesel, berantemlah mereka.
Aku alihkan pertanyaannya, "Sama ga artinya dengan Al-Khaliq (The Creator)?". Ee..si anak itu malah ngelanjutin, "He created the earth...., he created Nabila too". Huaah, berhubung udah sabar dari pagi, udah mulai mangkellah aku, dan jadi mutung. "Dah, sensei ga jadi jelasin. Ulang lagi aja baca dari depan!". Namun anak2 tentu saja lancar ngulangnya.... (as amazing as always!)
Seusai kelas, kami tegur si anak itu, yang gangguin Nabila, "If you still disturbe the class, I will tell your mother!". Anaknya langsung pucet, mengangguk, trus keluar kelas dgn loyo.
Si Kakak yang mendengar, langsung mendekat dan nanya, "Is this our last chance?"
"Last chance for what?"
"Last chance! So next time we do it again then you will tell our mother?"
"Yes"
"Oh My God!" kata anak tersebut ngeloyor kelas.
Dan aku nyembuin ketawa, geli deh ama pemakaian kata "last chance, dan "Oh My God" kayak sambil stress banget. Ooh, padahal minggu depan aku pasti dah lupa, you always have CHANCE with me, kids! (Jadi inget topik Taubah dalam sisters class hari sebelumnya, Allah gives us CHANCE for taubah until "the day"-red)
Hehe begitulah kelas kami. Very noisy, but it is always fun. Beneraaan, aku cinta banget dikelilingi mereka!
Mega
Subscribe to:
Posts (Atom)