Masih lekat dalam ingatan, ketika pertama kali mendarat di Jepang, dan aku keheranan, `kenapa orang Jepang model rambutnya sama semua. Lurus, dan dicat pirang`.
Baru di kemudian hari, aku mengerti bahwa masyarakat Jepang adalah masyarakat yang homogen. Homogen dalam cara berpikir, bersosialisasi, mungkin termasuk model rambut itu tadi. Pokoknya ga boleh kelihatan berbeda lah. Kehomogenan itu tadi dapat dilihat dari hal-hal kecil yang banyak aturannya. Dari cara mereka memberikan greetings, cara bertukar kartunama, bahkan dalam mengirim email resmi pun, ada kata-kata yang seakan-akan harus digunakan. Jadi kalau kirim email ya cuma begitu-begitu saja. Dalam hal berpikir juga seperti itu, seakan-akan punya pendapat yang berbeda itu tabu. Mungkin nilai-nilai ini sudah mulai bergeser, namun tetap saja masih bisa dirasakan.
Berkaitan dengan `pokoknya ga boleh beda itu tadi`, ada fakta yang cukup menarik. Taukah teman-teman, kalau kasus `ngerjain temen` atau bullying, atau dalam bahasa jepang disebut ijime, adalah kasus yang sangat serius dalam pendidikan Jepang? Sangat serius karena mengerjainya sudah pada level cukup parah, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Nah, kemudian orang seperti apakah yang suka dikerjain? Ternyata menurut survey tidak resmi yang saya tanyakan pada teman-teman saya orang Jepang, yang suka dikerjain adalah orang-orang yang kelihatan berbeda. Beda dalam hal apa? Wah ini bisa macam-macam. Tapi yang masih sangat saya ingat adalah cerita dari teman host-sister saya. Teman adek saya itu keturunan Jepang-India, dan dari segi penampilan jauh berbeda dari orang Jepang kebanyakan. Tinggi, dan mukanya khas India sekali. Menurut penuturan dia, dari kelas 1 SD sampai SMP kelas 3 dia selalu jadi sasaran dikerjain temen. Tidak terbatas pada kasus teman adek saya, bentuk `ijime` itu macem2, dari dibilang `bodoh..bodoh!`, atau `kita ga ngerti deh kamu ngomong apa?`, sampai `mati aja deh!`. Dari sekedar kata-kata sampai, dikunci bareng2 dalam gudang atau kamar mandi. Dan anehnya lagi, guru atau teman-teman lain ga ada yang membela, dengan dalih ga ada artinya. Setiap mendengarkan cerita ijime, aku rasanya geram sekali. Anehnya lagi, yang dikerjain tuh mengaku `saya tidak apa-apa. Saya menikmatinya.`. Yang benar saja? Mungkin saya juga harus memahami cara berpikir bahwa dikerjain itu mengasyikkan.
Kembali ke masalah homogenitas tadi, dari cerita ijime itu, sedikit banyak dapat disimpulkan kehomogenan itu sudah mulai terbentuk sejak mereka kecil. Dari SD sampai SMP (kadar menurun ketika SMA), mereka dilatih untuk JANGAN SAMPAI BERBEDA.
Kehomogenan, atau cara pikir homogen juga saya rasakan di tempat perusahaan saya bekerja. Ada kecenderungan ide, usul, pendapat mereka sangat tidak berbeda, alias sama, alias begitu-begitu saja. Dan satu lagi yang menurut saya sangat sangat menghambat perkembangan diri seseorang, kehomogenan itu membuat orang Jepang `takut salah`, dan akibatnya `takut melangkah`, dan `tidak berani mengambil resiko. Jujur saja, ini sempat saya rasakan ketika pertama kali masuk. Berhubung orang baru, dan belum tau banyak, jadi serba takut untuk mencoba karena takut salah. Bukan aku banget kan . Begitu sadar, hehe...... saya tidak peduli, ga takut salah deh. Kalau saya salah, tolong ingatkan. Dengan begitu, saya merasa lebih cepat belajar, dan berkembang.
InsyaAllah bersambung
Tuesday, April 10, 2007
Friday, February 23, 2007
Tatta Ichi Do no Jinsei
Tatta Ichi Do no Jinsei = One time Life
Tadi siang siap2 ilmu buat acara hari minggu. Acara bertajuk GL-net Kansai ini, acaranya anak2 KUMON. Kalo dijelasin agak panjang e, silakan liat website-nya aja (japanese only) www.gl-net.org
Kalo kamu buka websitenya, pasti akan membaca kata2 ini `Tatta Ichi Do no Jinsei`
Memang ya, hidup ini cuma sekali. Taisetsu ni shinakya ne. Subarashii mono ni -.
Kita harus bikin hidup ini bermakna, biar ga menyesal.
Aku juga,
ingin menghadapi semuanya dengan semangat.
dengan optimisme.
mega
ps: lama sekali tak menulis.
Tadi siang siap2 ilmu buat acara hari minggu. Acara bertajuk GL-net Kansai ini, acaranya anak2 KUMON. Kalo dijelasin agak panjang e, silakan liat website-nya aja (japanese only) www.gl-net.org
Kalo kamu buka websitenya, pasti akan membaca kata2 ini `Tatta Ichi Do no Jinsei`
Memang ya, hidup ini cuma sekali. Taisetsu ni shinakya ne. Subarashii mono ni -.
Kita harus bikin hidup ini bermakna, biar ga menyesal.
Aku juga,
ingin menghadapi semuanya dengan semangat.
dengan optimisme.
mega
ps: lama sekali tak menulis.
Wednesday, December 13, 2006
Our teachers, Our Heroes!
Weekend kmaren Mega ga libur, ada 2 event besar Kumon, perusahaan dimana Mega bekerja. Yang pertama: Kumon International Instructors` Conference, dan yang kedua World Human Capital Development Forum. Dua2 diselenggarakan di Tokyo.
Acaranya so amazing. Acara yang pertama, seperti yang udah ketauan dari judulnya, itu forum untuk Guru-guru Kumon sedunia. Forum dimana mereka bisa know each other, learn, share from each other. Ada juga presentasi dari berbagai negara. Guru Kumon Indonesia juga presentasi loh, bangga dong!!! Wah mereka full of spirit, mana pake seragam segala (Indonesia banget!!-red).
Oh ya, sebelum bercerita lebih banyak lagi. Aku ga yakin, berapa banyak dari Anda semua yang tau tentang KUMON? Ya..ya, banyak orang tau KUMON sekedar tempat les-lesan matematika. Aku ga gitu suka e, kalo KUMON cuma dikenal sekedar itu. :p
let me describe about Kumon:
Kumon center yang banyak dikenal itu, sebenarnya tidak `sekedar` mengajarkan Matematika tapi lebih dari itu sebenarnya mengajarkan tentang positive study habit, academic excellence, and life skills. Banyak nilai2 yang diajarkan di KUMON, dari membentuk percaya diri, suka membaca, mengetahui potensi diri, punya MIMPI, dan tentu saja know how to make efforts to realize their dream.
Nah padahal kumon tuh ga hanya tempat les itu, ada kumon Therapy Learning center untuk orang2 yang punya kelainan mental, Kumon Life-Long Integrated Leaning Center untuk Lansia, Kumon Publishing yang nerbitin buku2 cerita untuk anak, untuk orang tua, science, sampai bikin alat bantu pendidikan. Ada juga Kumon Human Capital Development Center..., tempat aku sekarang bekerja tepatnya.
Kalau di Jepang, asyik banget, Kumon juga organize forum sharing ttg Child raising oleh para ibu2, membaca cerita untuk anak dll. Kebanyakan ya ibu2 yang anaknya les di Kumon, tapi yang enggak pun juga ada. Wah kerasa banget gimana mereka tuh serius mempersiapkan generasi2 masa depan mereka yang handal.
Yang les di KUMON ada juga loh yang belum ada 1 tahun, belum juga bisa jalan. Nah makanya itu, KUMON itu bener2 segenap jiwa raga concern about education, segala aspek lah, segala umur. Hehe... banggain perusahaan sendiri ya! :)
Yah begitulah, aku bersyukur banget punya kesempatan gabung di perusahaan penuh cinta (halaah-red), kayak KUMON ini.
Ok..ok, lets go back to the main story. Yah ttg konferensi Guru Kumon sedunia itu. Keren dan mengharukan pokoknya.
Trus pas penutupan ada penghargaan untuk Guru2 yang udah mengabdi selama 10 tahun sampai 45 tahun. Buanyaaak ternyata. Wah slide2 videonya mengharukan banget. Mega jadi inget guru2 Mega dari Tk, SD, SMP, SMA, kuliah..., tanpa mereka mega ga bakal bisa jadi Mega sekarang ini. Hiks jadi berurai airmata gitu deh.
InsyaAllah nanti kalo balik Indo harus ga sekedar menyempatkan sowan, tapi harus jadi AGENDA PENTING buat sowan bapak ibu Guru.
mega
-posting sambil kedinginan, jadinya buru2 deh-
Acaranya so amazing. Acara yang pertama, seperti yang udah ketauan dari judulnya, itu forum untuk Guru-guru Kumon sedunia. Forum dimana mereka bisa know each other, learn, share from each other. Ada juga presentasi dari berbagai negara. Guru Kumon Indonesia juga presentasi loh, bangga dong!!! Wah mereka full of spirit, mana pake seragam segala (Indonesia banget!!-red).
Oh ya, sebelum bercerita lebih banyak lagi. Aku ga yakin, berapa banyak dari Anda semua yang tau tentang KUMON? Ya..ya, banyak orang tau KUMON sekedar tempat les-lesan matematika. Aku ga gitu suka e, kalo KUMON cuma dikenal sekedar itu. :p
let me describe about Kumon:
Kumon center yang banyak dikenal itu, sebenarnya tidak `sekedar` mengajarkan Matematika tapi lebih dari itu sebenarnya mengajarkan tentang positive study habit, academic excellence, and life skills. Banyak nilai2 yang diajarkan di KUMON, dari membentuk percaya diri, suka membaca, mengetahui potensi diri, punya MIMPI, dan tentu saja know how to make efforts to realize their dream.
Nah padahal kumon tuh ga hanya tempat les itu, ada kumon Therapy Learning center untuk orang2 yang punya kelainan mental, Kumon Life-Long Integrated Leaning Center untuk Lansia, Kumon Publishing yang nerbitin buku2 cerita untuk anak, untuk orang tua, science, sampai bikin alat bantu pendidikan. Ada juga Kumon Human Capital Development Center..., tempat aku sekarang bekerja tepatnya.
Kalau di Jepang, asyik banget, Kumon juga organize forum sharing ttg Child raising oleh para ibu2, membaca cerita untuk anak dll. Kebanyakan ya ibu2 yang anaknya les di Kumon, tapi yang enggak pun juga ada. Wah kerasa banget gimana mereka tuh serius mempersiapkan generasi2 masa depan mereka yang handal.
Yang les di KUMON ada juga loh yang belum ada 1 tahun, belum juga bisa jalan. Nah makanya itu, KUMON itu bener2 segenap jiwa raga concern about education, segala aspek lah, segala umur. Hehe... banggain perusahaan sendiri ya! :)
Yah begitulah, aku bersyukur banget punya kesempatan gabung di perusahaan penuh cinta (halaah-red), kayak KUMON ini.
Ok..ok, lets go back to the main story. Yah ttg konferensi Guru Kumon sedunia itu. Keren dan mengharukan pokoknya.
Trus pas penutupan ada penghargaan untuk Guru2 yang udah mengabdi selama 10 tahun sampai 45 tahun. Buanyaaak ternyata. Wah slide2 videonya mengharukan banget. Mega jadi inget guru2 Mega dari Tk, SD, SMP, SMA, kuliah..., tanpa mereka mega ga bakal bisa jadi Mega sekarang ini. Hiks jadi berurai airmata gitu deh.
InsyaAllah nanti kalo balik Indo harus ga sekedar menyempatkan sowan, tapi harus jadi AGENDA PENTING buat sowan bapak ibu Guru.
mega
-posting sambil kedinginan, jadinya buru2 deh-
Monday, December 04, 2006
Surprise
Hari ini iseng2 aku nyari dokumen KIC Kyushu Collaboration 2005 di internet. Kan ada tuh rekaman video-nya pas diskusi panel. Aku kan pingin review, gimana performance-ku pas diskusi panel itu.
Nah aku masukin keyword `megarini puspasari` ke yahoo search.
Dan aku nemu website berbahasa China (i guess-red) yang ada fotoku. Hah?? Siapa ga kaget! Fotoku? Knapa artikelnya bahasa China lagi? Tadinya sempet2 ga percaya itu aku..hehe. Mana fotonya ga cuma satu, tapi ada 5 gitu. Idiih.. , mana fotone wagu..hihihi. koq aku juga ga nyadar kapan tuh foto diambil.
Setelah tak inget2 lama ..., sepertinya emang aku pernah diwawancara ama tuh koran China. Tapi tentang apanya lupa ;( , dan berhubung ini bahasa China, mega juga kagak ngerti kalo suruh baca yak. Ternyata itu 2 tahun lalu, soale dsitu aku ditulis umur 20 tahun, dan kuliah tahun kedua. (dari angkanya aja nebak :p-red) . Setelah tak pikir2 ini wawancaranya pasti ada tentang Islamnya...hehe
Take a look:
http://ddanzi.com/articles/article_view.asp?installment_id=77&article_id=510
Nah aku masukin keyword `megarini puspasari` ke yahoo search.
Dan aku nemu website berbahasa China (i guess-red) yang ada fotoku. Hah?? Siapa ga kaget! Fotoku? Knapa artikelnya bahasa China lagi? Tadinya sempet2 ga percaya itu aku..hehe. Mana fotonya ga cuma satu, tapi ada 5 gitu. Idiih.. , mana fotone wagu..hihihi. koq aku juga ga nyadar kapan tuh foto diambil.
Setelah tak inget2 lama ..., sepertinya emang aku pernah diwawancara ama tuh koran China. Tapi tentang apanya lupa ;( , dan berhubung ini bahasa China, mega juga kagak ngerti kalo suruh baca yak. Ternyata itu 2 tahun lalu, soale dsitu aku ditulis umur 20 tahun, dan kuliah tahun kedua. (dari angkanya aja nebak :p-red) . Setelah tak pikir2 ini wawancaranya pasti ada tentang Islamnya...hehe
Take a look:
http://ddanzi.com/articles/article_view.asp?installment_id=77&article_id=510
jadi surprise gini deh.
Oh ya nemu satu lagi: http://dragon.cside.tv/fft/blog/?p=54
Itu dokumentasi waktu jamannya kita diundang wawancara radio ma hmm..sopo yo jenenge. Mas penyiar-nya lucu banget deh pokoke! Sampai2 kita (ma Reky) 2 kali pernah jadi tamu wawancara, plus sekali lagi pas acara Charity Jogja.
Wah..malah nemu2 kayak gini. Anyway KIC website-nya juga dah ktemu. Hehe.., not that bad lah.
Mega
-iseng-
Subscribe to:
Posts (Atom)